Friday, 8 January 2016

Barcelona dan Juventus Klub Idamannya Zinedine Zidane Waktu Kecil

Barcelona dan Juventus Klub Idamannya Zinedine Zidane Waktu Kecil


BarronMadridista.COM, MADRID - Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, ternyata pernah mengaku sebagai penggemar Barcelona.
Komentar tersebut dilontarkan Zidane ketika baru pindah dariBordeaux ke Juventus pada 1996.
Saat itu, Zidane menjalani sesi perkenalan sebagai pemain baruJuventus. Dia dimintai pandangannya terhadap I Bianconeri.
"Pada masa kecil, saya mendukung Juventus untuk tim Italia danBarcelona untuk klub Spanyol," tutur Zidane.
Zidane sendiri menanggalkan statusnya sebagai penggemarBarcelona saat hijrah ke Real Madrid pada musim panas 2001.
Dia turut melakoni sebelas partai El Clasico dan mencetak tiga gol ke gawang Barcelona.
Madrid menunjuk Zidane menjadi pelatih tim utama untuk menggantikan Rafael Benitez, Senin (4/1/2016). Dia menjadi orang Prancis pertama yang menangani Madrid.
Zidane akan menjalani partai El Clasico pertamanya sebagai pelatih Madrid dengan bertandang ke Stadion Camp Nou, 3 April 2016.





Share:

Liga Spanyol

Zinedine Zidane Punya Kharisma Sedangkan Rafael Benitez tidak




BarronMadridista.COM, MADRID - Ramalan publik yang telah mengemuka sejak awal Desember 2015 akhirnya menjadi kenyataan.
Zinedine Zidane resmi memegang kemudi utama Real Madridmenggantikan Rafael Benitez mulai Selasa (5/1/2016).
Zidane memang sudah dikaitkan dengan jabatan pelatih Madridsejak beberapa waktu lalu, terutama saat manajemen klub mendepak Carlo Ancelotti pada musim panas 2015.
Namanya muncul sebagai salah satu kandidat pengganti terkuat sebelum posisi tersebut jatuh ke tangan Benitez.
Sosok pria berkebangsaan Prancis itu dianggap pantas mengambil alih tampuk kepelatihan Los Blancos alias Si Putih.
Mengapa publik bisa sebegitu yakin terhadap Zidane? Perlu diingat bahwa ia sama sekali belum pernah menangani tim besar karena rekam jejaknya baru sebatas asisten pelatih Madrid (2013-2014) dan pelatih Real Madrid Castilla (2014-2015).
Terdapat satu alasan besar yang membuat publik begitu yakin terhadap kapasitas kepelatihan Zidane, yaitu nama besar semasa berkarier di lapangan hijau.
Hal ini berimbas kepada tingkat respek pemain sewaktu berinteraksi dengannya.
Respek merupakan sesuatu yang penting di Madrid mengingat berjubelnya pemain bintang dalam skuat.
×Powered By CapricornusBenitez tak memiliki karisma sebesar Zidanesehingga sebagian besar personel tim terbiasa memandang dia dengan sebelah mata.Kehadiran Zidane juga turut mengembalikan cita rasaAncelotti, yang dirindukan oleh sejumlah pemain, mulai dari Sergio Ramos, Marcelo, James Rodriguez, hingga Cristiano Ronaldo.
Pengalaman setahun menjadi tangan kanan Don Carlo tentu memberikan pengaruh signifikan terhadap gaya kepelatihannya.
“Banyak pekerjaan yang mesti segera kami lakukan. Saya siap mengerahkan seluruh kemampuan demi membantu mengeluarkan potensi terbaik setiap pemain,” ujar Zidane seperti dikutip dari situs klub. 
Berdasarkan catatan sejarah, Zidane merupakan pelatih ke-11 di masa kepresidenan Florentino Perez.
Dia juga teridentifikasi sebagai pemenang Piala/Liga Champion kelima semasa bermain yang menduduki kursi kepelatihan setelah Miguel Munoz, Amancio Amaro, Luis Molowny, dan Alfredo Di Stefano.
Bayang-bayang kesuksesan menaungi Zidane lantaran hampir semua nama pendahulunya tersebut berhasil mempersembahkan minimal satu trofi.
Hanya Amancio yang gagal berprestasi semasa melatih Madrid (1984-1985).
Share:

Bintang Real madrid Cristiano Ronaldo menikmati kick-tentang tendangan Cristiano JR



Membuktikan bahwa dia sama seperti kita jauh ke bawah, Cristiano memutuskan untuk menghabiskan hari liburnya dengan memiliki sedikit tendangan-tentang di kebun belakang dengan putra.

Pernah pesaing sengit, Real Madrid Ronaldo cepat berbalik permainan menjadi pemenang mengambil semua urusan dan segera melanjutkan untuk merayakan setelah menyodok rumah set piece menang

Share:
Powered by Blogger.

Blogger templates